Although considered as a wrong formation with limited numbers of vocabulary , krama desa has a regular system as a forming pesta-blishment of kromo or krama inggil from ngoko . The regularity of the system in the form of a strong ana-logy ing kromo vocabularly forming pricess become another kromo synonymous.
Basa jawa yang kita gunakan sehari-hari adalah basa jawa ngoko. Basa ngoko ini digunakan oleh kalangan bawah seperti berbicara kepada kawan kita sehari-hari. Kromo inggil adalah basa jawa yang paling halus diantara semuanya. Sering digunakan dalam bahasa kerajaan jaman dahulu. Seiring waktu, orang jawa sudah mulai lupa dan melupakan krama
In this pidato bahasa jawa tentang perpisahan, an individual talks about the need to move forward and take risks without fear. This is an important lesson to learn in life, especially when it comes to education. Without taking risks, there is no progress and our growth is stifled.
Selain penutur, keunikan bahasa Jawa adalah memiliki dialek atau logat yang berbeda. Dan bahasa ini memiliki tingkat strata yang berbeda mulai dari tingkat bahasa kasar sampai yang paling halus. Yaitu bahasa Jawa Ngoko atau Kasar, Madya dan bahasa Jawa Alus atau Krama Inggil. Baca juga: Simak Yuk! 5 Tips Jalan-jalan ke Situ Gunung, Wisata Alam
10. contoh pengalaman liburan memakai bahasa jawa krama inggil. Pengalam saya waktu liburan wong seneng Semoga Membantu 11. membuat cerita pengalaman pribadi menggunakan bahasa jawa krama alus Kala wingi aku sowan dhateng dalemipun SImbah teng Jogja. Alampun asri sanget, wonten kali ing wingking dalemipun simbah. Simbah kagungan sapi kathah sanget.
VqBG.
undangan bahasa jawa krama inggil