Allahsubhanahu wa ta'ala berfirman: "Katakanlah,"Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. Az-Zumar: 53) Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". Selain bermakna frustasi, kata ya's juga berarti mengetahui. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Q.S. Al-Ra'd ayat 31: Katakanlah "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar : 53) Pertanyaan Assalamualaikum ustaz, saya izin bertanya, ustaz, apakah masih ada kesempatan bagi wanita yang pernah gagal menjaga kesucian dan kehormatan dirinya untuk menjadi wanita shalihah. Jazaakumullaahu khairaan wa barakallaahu fiikum (Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS) Jawaban: Tiada Manusia Yang Bebas dari Kesalahan Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh. Perlu kita Bahkanbila kita berputus dari rahmat Allah dan karuniaNya hukumnya adalah haram. Dalilnya antara lain, (Mereka) menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa." Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat". JanganBerputus Asa dari Rahmat Allah Oleh : Dr. Didi Junaedi, M.A.(Dosen Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon) ‎"dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya ‎yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir." ‎‎(Q.S. Yusuf: 87)‎ Hidup ini memang penuh ujian dan cobaan. Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53) Kaum Muslimin Jama'ah Juma'at yang dirahmati Allah. berputusasa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Q.S. Yusuf : 87). Ayat inilah yang sepatutnya selalu kita ingat dikala kita sedang banyak masalah ataupun dihimpit banyak problem sehingga kita berubah menjadi Down, kurang semangat, Bad-Mood, atau bahkan sampai yang namanya putus asa Sesungguhnyatiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum kafir.(QS.Yusuf: 87)." Berputus asa terhadap rahmat Allah adalah dosa besar atau menganggap pemberian Allah sebagai beban hidup, menambah masalah, anggaran, kebebasan pasangan, untuk tidak mempunyai anak adalah salah kaprah. Baca Juga: Sabar Bukan karena Manusia Mampu Melakukan ManfaatBerbaik Sangka. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh AKURATCO Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI) Ustaz Syarif Hidayatullah mengatakan, di dalam konteks Al-Qur'an terdapat dua ayat yang secara tegas menjelaskan larangan tentang berputus asa dari Rahmat Allah SWT. Hal itu disampaikan Ustaz Syarif Hidayatullah dalam Kultum Ramadhan Hari ke-28 AKURAT.CO, Sabtu (30/4/2022). UstadAgung menyatakan sebab putus asa itu ada 2: 1. Tidak tahu tujuan hidup itu apa, 2. Tidak tahu cara mencapainya. Nah tujuan hidup kita sebenarnya adalah mencari ridho Allah. Jika Allah sudah ridho dengan kita, insya Allah seluruh keinginan kita akan dikabulkan oleh Allah. Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb yang memiliki 'Arsy yang agung". (QS. 9:129) -Saya sudah tidak dapat bertahan lagi dan menanggung beban ini! "Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". Diamenghentikan kebiasaannya minum khamar selama-lamanya. "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Marikita simak hadits berikut ini, "Salah satu dosa besar adalah putus asa dari rahmat Allah, dan putus harapan terhadap kelapangan Allah." (HR. Thabrani) Ternyata, dosa besar bukan hanya membunuh orang lain ataupun berzina. Tapi berputus asa dari rahmat Allah pun adalah sebuah dosa besar yang sudah seharusnya kita hindari dan waspadai. BN6u. 📌 Ensiklopedi Larangan 🥀 LARANGAN BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH DAN PESIMIS TERHADAP KARUNIANYA Bismillah was shalatu was salamu ala Rasulillah wa ba’du. Allah Ta’ala berfirman قَا لُوْا بَشَّرْنٰكَ بِا لْحَـقِّ فَلَا تَكُنْ مِّنَ الْقٰنِطِيْنَ {٥٥} قَالَ وَمَنْ يَّقْنَطُ مِنْ رَّحْمَةِ رَبِّهٖۤ اِلَّا الضَّآ لُّوْنَ {٥٦} Mereka menjawab “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa.” Ibrahim berkata “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.” [QS. Al-Hijr 55-56] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhu, bahwa ada seorang lelaki yang berkata “Wahai Rasulullah, apa itu dosa besar?” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab “Syirik kepada Allah, pesimis terhadap karunia Allah dan berputus asa dari rahmat Allah.” [HR. Al-Bazzar 106, lihat Kasful Astaar dengan sanad hasan] ● Penjelasan 1. Rahmat atau kasih sayang merupakan salah satu dari sifat Allah berdasarkan ketetapan Al-Quran dan As-Sunnah, sifat kasih sayang yang layak bagi Allah sebagaimana sifat-sifat Allah lainnya. 2. Pengaruh sifat ini dapat terlihat jelas di alam semesta, khususnya pada makhluk hidup. Nikmat dan karuniaNya merupakan bukti keberadaan rahmat Allah yang Mahasempurna dan Mahaluas. 3. Rahmat Allah meliputi segala sesuatu dan menaungi semua makhluk. Tidak ada satupun di alam semesta ini kecuali mendapat siraman rahmat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۗ فَسَاَ كْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَا لَّذِيْنَ هُمْ بِاٰ يٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَ ۚ “Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan rahmatKu bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” [QS. Al-A’raf 156] 4. Pintu rahmat Allah terbuka bagi orang-orang yang telah menganiaya diri mereka sendiri untuk bertaubat. Allah Ta’ala berfirman قُلْ يٰعِبَا دِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ “Katakanlah, Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [QS. Az-Zumar 53] 5. Berputus asa dari rahmat Allah merupakan sifat orang-orang sesat dan pesimis terhadap karuniaNya merupakan sifat orang kafir. Karena mereka tidak mengetahui keluasan rahmat Rabbul Alaamiin. Siapa saja yang jatuh dalam perbuatan terlarang ini berarti ia telah memiliki sifat yang sama dengan mereka, laa haula wa laa quwwata illaa billaah. والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 📕 Diringkas dari Buku “Ensiklopedi Larangan Menurut Al-Quran dan As-Sunnah.” Karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali. Pustaka Imam Asy-Syafi’i. ✒ Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan 📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan. salah satu bentuk luasnya rahmat Allah adalah luasnya ampunan Allah bagi para hamba-Nya yang pernah melakukan kemaksiatan kepada Allah, selama hamba tersebut mau bertaubat. Allah ta’ala berfirman, “Katakanlah “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Az Zumar 53 Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat di atas, “Ayat yang mulia ini berisi seruan kepada setiap orang yang berbuat maksiat baik kekafiran dan lainnya untuk segera bertaubat kepada Allah. Ayat ini mengabarkan bahwa Allah akan mengampuni seluruh dosa bagi siapa yang ingin bertaubat dari dosa-dosa tersebut, walaupun dosa tersebut amat banyak, bagaikan buih di lautan.” Kemudian beliau menambahkan, “Berbagai hadits menunjukkan bahwa Allah mengampuni setiap dosa termasuk pula kesyirikan jika seseorang mau bertaubat. Janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah, walaupun begitu banyak dosa yang ia lakukan karena pintu taubat dan rahmat Allah begitu luas.” Dari Anas radhiyallahu anhu, Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, Allah ta’ala berfirman, “…Hai anak Adam, sungguh seandainya kamu datang menghadapKu dengan membawa dosa sepenuh bumi, dan kau datang tanpa menyekutukan-Ku dengan sesuatupun. Sungguh Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” HR. Tirmidzi, hasan Setelah mengetahui betapa luasnya rahmat Allah ta’ala, maka seharusnya kita lebih bersemangat lagi untuk menggapainya dan jangan sampai berputus asa darinya. Sikap putus asa dari rahmat Allah inilah yang Allah sifatkan kepada orang-orang kafir dan orang-orang yang sesat. Allah berfirman, “Mereka menjawab, Kami menyampaikan berita gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa’. Ibrahim berkata, Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabb-Nya, kecuali orang-orang yang sesat’.” QS. Al Hijr 55-56 Dan juga firman-Nya, “Wahai anak-anakku, pergilah kamu, maka carlah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” QS. Yusuf 87. Syaikh Salim bin Ied Al Hilaly hafidzahullah memberikan faidah untuk ayat di atas, “Oleh sebab itu, berputus asa dari rahmat Allah ta’ala merupakan sifat orang-orang sesat dan pesimis terhadap karunia-Nya merupakan sifat orang-orang kafir. Karena mereka tidak mengetahui keluasan rahmat Rabbul Aalamiin. Siapa saja yang jatuh dalam perbuatan terlarang ini berarti ia telah memiliki sifat yang sama dengan mereka, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.” Selain itu, berputus asa dari rahmat Allah juga termasuk salah satu diantara dosa-dosa besar. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika ditanya tentang dosa-dosa besar beliau menjawab, “Yaitu syirik kepada Allah, putus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar/adzab Allah.” HR. Ibnu Abi Hatim, hasan Sudah seharusnya kita sebagai orang muslim untuk senantiasa berharap atas rahmat Allah dan tidak berputus asa darinya, dan senantiasa takut akan datangnya adzab dan siksa Allah ta’ala. Sumber Allah Ta’ala berfirman, ﻗﻞ ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩﻱ اﻟﺬﻳﻦ ﺃﺳﺮﻓﻮا ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﻻ ﺗﻘﻨﻄﻮا ﻣﻦ ﺭﺣﻤﺔ اﻟﻠﻪ إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم “Katakanlah “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Az-Zumar 53 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata “Seorang yang berbuat dosa janganlah pernah berputus asa dari ampunan-Nya Allah Ta’ala, walaupun sebesar apa pun dosanya. Sebab Allah Ta’ala tidak pernah merasa keberatan oleh dosa apa pun untuk menerima taubat hamba-Nya. Sungguh keumuman ayat ini mencakup dosa syirik dan selainnya dari beragam dosa, karena Allah Ta’ala Maha Pengampun bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya.” Sumber Al-Fatawa Al-Kubra jilid 1/hlm. 111. ➖➖➖➖➖➖➖➖ قال تعالى {ﻗﻞ ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩﻱ اﻟﺬﻳﻦ ﺃﺳﺮﻓﻮا ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﻻ ﺗﻘﻨﻄﻮا ﻣﻦ ﺭﺣﻤﺔ اﻟﻠﻪ إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم} قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله ﻻ ﻳﻴﺄﺱ ﻣﺬﻧﺐ ﻣﻦ ﻣﻐﻔﺮﺓ اﻟﻠﻪ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﺖ ﺫﻧﻮﺑﻪ ﻣﺎ ﻛﺎﻧﺖ ، ﻓﺈﻥ اﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻻ ﻳﺘﻌﺎﻇﻤﻪ ﺫﻧﺐ ﺃﻥ ﻳﻐﻔﺮﻩ ﻟﻌﺒﺪﻩ اﻟﺘﺎﺋﺐ ، ﻭﻗﺪ ﺩﺧﻞ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﻌﻤﻮﻡ اﻟﺸﺮﻙ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻣﻦ اﻟﺬﻧﻮﺏ ، ﻓﺈﻥ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﻐﻔﺮ ﺫﻟﻚ ﻟﻤﻦ ﺗﺎﺏ ﻣﻨﻪ . ???? الفتاوى الكبرى ١١١/١. ???????????????????????????????? ???? WhatsApp Salafy Cirebon ⏯ Channel Telegram ???? Website Salafy Cirebon ???? Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah loading...Hendaknya bersabar saja, karena Allah hendak memberikan kebaikan dengan masih menahan doa kita agar kita senantiasa terjaga dari keburukan. Foto ilustrasi/ist Semua doa pasti dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena hal itu merupakan janji Allah sendiri. Karena itu, Imam Ibnul Jauzi heran masih ada saja seorang hamba yang berprasangka buruk kepada Allah Ta'ala bahwa doanya tidak dikabulkan. Ibnul Jauzi mengatakan, boleh jadi Allah sengaja menunda terkabulnya doa kita karena Dia hendak memberikan kebaikan pada kita. Karena jika terlalu cepat dikabulkan justru mendatangkan keburukan. Hendaknya bersabar saja, karena Allah hendak memberikan kebaikan dengan masih menahan doakita agar kita senantiasa terjaga dari Shaidul Khatir, Imam Ibnul Jauzi mengatakan bahwa dirinya heran melihat seorang mukmin yang terus menerus berdoa tapi tidak kunjung terwujud keinginannya. Tidak kunjung datang tanda-tanda jawaban dari Allah. Lalu mukmin itu akhirnya berputus asa. Padahal, itu merupakan cobaan yang membutuhkan kesabaran. Tidak boleh putus asa. Yang terbaik dilakukan seorang hamba adalah bersabar menunggu doanya terkabul . Jangan berputus asa dari Rahmat Allah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirmanقُلْ يٰعِبَا دِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ"Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." QS. Az-Zumar 53Seseorang tidak boleh memendam kekhawatiran selama menunggu terkabulnya doa. Jika ada rasa khawatir, maka itu adalah penyakit yang harus disembuhkan. Khawatir bahwa doanya tidak terkabul adalah bisikan iblis. Khawatir adalah tipu daya iblis. Tidak boleh gelisah jika menunggu suatu doa. Perlu kesabaran menunggu terkabulnya doa. Bersabarlah wahai orang yang berdoa. Ingat saja janji Allah Ta'ala dan sabda Rasulullah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman وَاِ ذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu Muhammad tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran." QS. Al-Baqarah 186Allah juga berfirman وَقَا لَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَا دَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَا خِرِيْنَ"Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." QS. Ghafir 60Rasulullahshallallahu alaihi wa Aallambersabdaمَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهُ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ“Tidak ada seorang pun yang berdoa dengan sebuah doa kecuali Allah akan mengabulkan apa yang dimintanya atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya, selama dia tidak berdoa yang mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi.” HR. at-Tirmidzi. Allah maha tahu apa yang harus dilakukan-Nya terhadap hamba. Jangan mengatakan 'aku sudah berdoa tapi tidak kunjung dikabulkan'. Bersabarlah, maka kelak Allah akan memberi keindahan yang tiada terkira. Seorang akan berada dalam kebaikan dan keberkahan selama ia tidak tergesa-gesa. Umar bin Al-Khaththab pun pernah berkata “Aku tidak takut jika doaku tidak di kabulkan, namun yang ku takutkan adalah jika aku tak diberi taufiq atau bimbingan untuk terus berdoa selalu”. Baca Juga Wallahu A'lam wid

berputus asa terhadap rahmat allah hukumnya